
Sentra Jateng – Keberhasilan Pertamina masuk dalam daftar Fortune Global 500 untuk pertama kalinya dinilai para ekonom sebagai bukti nyata penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) secara konsisten. Pencapaian ini diumumkan dalam rilis resmi Fortune hari ini, menempatkan Pertamina di peringkat 497 dengan pendapatan USD 68,5 miliar.
Analisis Pencapaian Pertamina
✔ Pendapatan 2024: USD 68,5 miliar (naik 22% YoY)
✔ Posisi Ranking: 497 di Fortune Global 500
✔ Faktor Kunci:
- Transformasi digital
- Efisiensi operasional
- Transparansi bisnis
Pandangan Ekonom
Prof. Faisal Basri (UI):
“Ini prestasi gemilang. GCG Pertamina sekarang setara BUMN kelas dunia, terutama di transparansi dan akuntabilitas.”
Inovasi GCG Pertamina
- Sistem Whistleblowing terintegrasi
- Audit independen oleh Big Four
- Pelaporan keberlanjutan standar GRI
- Digitalisasi proses pengadaan
Perbandingan dengan BUMN Lain
| Perusahaan | Pendapatan | Peringkat |
|---|---|---|
| Pertamina | USD 68,5B | 497 |
| PLN | USD 32,1B | – |
| Telkom | USD 28,7B | – |
Dampak Positif
- Kepercayaan investor meningkat (foreign ownership naik 15%)
- Kinerja saham (PGAS) menguat 8% hari ini
- Day saing global semakin kuat
Target 2025
- Masuk top 400 Fortune 500
- Peningkatan ESG score ke level AA
- Ekspansi bisnis hijau 30% dari portofolio
Pernyataan Dirut Pertamina
Nicke Widyawati:
“GCG adalah DNA kami. Penghargaan ini momentum untuk terus berbenah.”
Red (ar/ar)
