
Sentra Jateng – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah seiring dengan menurunnya cadangan devisa Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), cadangan devisa per akhir Mei 2025 tercatat sebesar USD 132,5 miliar, turun USD 3,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
✔ Penurunan Cadangan Devisa:
- Posisi Terkini: USD 132,5 miliar (terendah sejak November 2024)
- Penyebab: Pembayaran utang luar negeri dan intervensi pasar
✔ Kondisi Global:
- Penguatan dolar AS imbas kenaikan suku bunga The Fed
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
✔ Faktor Domestik:
- Defisit neraca perdagangan April 2025 (USD 1,1 miliar)
- Aliran modal asing keluar dari pasar saham
Perkembangan Kurs Rupiah
| Tanggal | Kurs (Rp/USD) | Perubahan |
|---|---|---|
| 24 Mei 2025 | 16.250 | – |
| 25 Mei 2025 | 16.420 | -170 poin |
| Level Terendah 2025 | 16.450 (27 Maret) |
Respons Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo:
“Kami akan terus menjaga stabilitas dengan triple intervention di pasar valas, SBN, dan operasi moneter.”
Dampak terhadap Perekonomian
- Harga Impor: Diprediksi naik 5-8%
- Utang Luar Negeri: Beban pembayaran bertambah
- Inflasi: Berpotensi terdorong ke level 3,5%
Proyeksi Analis
- Mandiri Sekuritas: Rupiah berpotensi uji level 16.500 jika tekanan berlanjut
- Bahana Sekuritas: Cadangan devisa masih aman untuk 6,2 bulan impor
Langkah Antisipasi Pemerintah
- Percepat realisasi investasi untuk masuknya devisa
- Penguatan ekspor komoditas non-migas
- Optimalisasi hedging bagi pelaku usaha
Red (ar/ar)
