
Sentra Jateng – Ratusan ribu demonstran membanjiri jalan-jalan utama di berbagai kota besar Eropa pada akhir pekan ini, menyerukan solidaritas untuk Palestina dan mendesak pemerintah setempat mengambil tindakan tegas terhadap konflik yang terus berkecamuk di Gaza. Aksi masif ini menjadi yang terbesar sejak eskalasi kekerasan Oktober 2023.
1. Skala Demonstrasi di Beberapa Negara
🇬🇧 London: 150.000+ orang berkumpul di depan Downing Street
🇩🇪 Berlin: 120.000+ demonstran di Brandenburger Tor
🇫🇷 Paris: 100.000+ orang di Place de la République (terlepas larangan pemerintah)
🇧🇪 Brussels: 80.000+ orang di depan markas Uni Eropa
2. Tuntutan Utama Para Demonstran
✔ Gencatan senjata segera di Gaza
✔ Sanksi ekonomi terhadap Israel
✔ Penghentian penjualan senjata ke Israel
✔ Pengakuan resmi negara Palestina oleh UE
3. Respons Pemerintah Eropa
• Inggris: Pertimbangkan pemanggilan duta besar Israel
• Jerman: Desak “solusi dua negara” tapi tolak embargo senjata
• Prancis: Gelar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB
4. Insiden Penting Selama Aksi
⚠ Paris: 58 ditahan saat aksi berubah ricuh
⚠ Brussels: Bentrokan kecil dengan polisi anti huru-hara
⚠ London: Vandalisme pada gedung perusahaan yang diduga dukung Israel
5. Dukungan Figur Publik
• Jeremy Corbyn (eks pemimpin Partai Buruh): “Ini gerakan moral terbesar abad ini”
• Annegret Kramp-Karrenbauer (Politisi Jerman): “UE harus jadi penengah yang adil”
6. Latar Belakang Konflik Terkini
• Korban tewas di Gaza sejak 2023: 45.000+ (menurut PBB)
• Serangan udara Israel masih berlanjut di Rafah
• Bantuan kemanusiaan hanya 15% yang masuk
7. Dampak Diplomatik
✔ 5 negara UE pertimbangkan pengakuan Palestina
✔ AS kecam “demonstrasi anti-Semit”
✔ Israel ancam batas hubungan diplomatik
Fakta Kunci:
📌 Ini gelombang ke-8 demonstrasi besar sejak 2023
🌍 78% warga Eropa setuju gencatan senjata (survei YouGov)
💔 70% korban di Gaza adalah wanita dan anak-anak
Pernyataan Organisator:
“Kami tidak akan diam melihat pembantaian ini. Eropa harus berhenti jadi penonton,” tegas Sarah Wilkinson dari koalisi Stop the War.
Tekanan publik ini memaksa para pemimpin Eropa untuk mempertimbangkan kembali kebijakan Timur Tengah mereka.
Red (ar/ar)
