dok. Xinhua/Cao Yang/aa/ANTARA

SENTRA JATENG  – Pemerintah Estonia membuat langkah berani dengan menetapkan seorang diplomat Rusia sebagai persona non grata (orang yang tidak diterima) dan memberinya waktu 72 jam untuk meninggalkan negara tersebut. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Estonia, disinyalir terkait aktivitas spionase yang mengancam keamanan nasional.

Apa Alasan Estonia Usir Diplomat Rusia?

✔ Terduga terlibat operasi intelijen ilegal
✔ Upaya rekrutmen sumber lokal untuk kepentingan Kremlin
✔ Pelanggaran aturan diplomatik yang berulang
✔ Eskalasi ketegangan NATO-Rusia pasca-insiden perbatasan

“Kami memiliki bukti kuat bahwa diplomat ini terlibat kegiatan yang tidak sesuai dengan status diplomatiknya,” tegas Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna dalam konferensi pers.

Reaksi Rusia: Marah dan Ancaman Balasan

Kementerian Luar Negeri Rusia langsung merespons dengan kecaman keras:
“Ini provokasi tidak berdasar. Estonia akan menanggung konsekuensinya,” ujar Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova.

Analis: Ini Bagian dari Perang Proksi Barat-Rusia

  • Estonia, anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia, semakin sering bersitegang dengan Moskow.
  • Insiden terbaru terjadi setelah laporan intelijen Barat tentang upaya destabilisasi Rusia di Baltik.
  • Tindakan ini bisa memicu aksi pembalasan diplomatik dari Kremlin.

Dampak Langsung yang Terjadi

➤ Kedutaan Rusia di Tallinn dikawal ketat polisi Estonia
➤ Demonstrasi kecil pro-Rusia di depan Kemenlu Estonia
➤ Pasar saham regional sempat turun 1,5%

Netizen Terbelah: Dukung atau Kritik?

➤ @SecurityAnalyst: “Estonia berani karena punya backing NATO!”
➤ @BalticObserver: “Rusia tidak akan diam saja, siap-siap eskalasi!”
➤ @DiploWatcher: “Ini jadi preseden buruk bagi hubungan kedua negara.”

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X