dok. Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA

SENTRA JATENG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 usai masa sidang resmi dibuka. Rapat ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kebijakan fiskal Indonesia tahun depan.

Pembahasan RAPBN 2026 Resmi Dimulai

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani dengan agenda utama membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal 2026. Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyampaikan nota keuangan.

“Kami akan fokus pada optimalisasi anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tegas Puan dalam pembukaan sidang.

5 Isu Strategis yang Jadi Sorotan

  1. Pertumbuhan Ekonomi: Target pertumbuhan diproyeksikan 5,3-5,8%
  2. Defisit APBN: Dipertimbangkan tetap di bawah 3%
  3. Subsidi Energi: Akan dievaluasi efektivitasnya
  4. Pembangunan SDM: Alokasi pendidikan tetap 20%
  5. Infrastruktur: Prioritas pada proyek strategis nasional

Sri Mulyani Paparkan Strategi Fiskal

Menteri Keuangan menyampaikan tiga pilar utama RAPBN 2026:
✔ Pemulihan ekonomi pasca pandemi
✔ Transformasi digital
✔ Ketahanan iklim

“Kami akan menjaga momentum pemulihan dengan tetap memperhatikan sustainability anggaran,” jelas Sri Mulyani.

Respons Fraksi-Fraksi DPR

Beragam tanggapan muncul dari berbagai fraksi:
• Fraksi PDIP: Mendukung fokus pada pembangunan infrastruktur
• Fraksi Gerindra: Minta perhatian lebih pada UMKM
• Fraksi PKS: Soroti pentingnya penguatan sektor kesehatan

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X