dok. PYFA

SENTRA JATENG – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), perusahaan farmasi nasional, melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisinya di kawasan Asia Pasifik. Perseroan resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Genewel, perusahaan farmasi terkemuka asal Korea Selatan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan, manufacturing, dan komersialisasi produk-produk biosimilar dan bioterapi inovatif. Langkah ini tidak hanya memperluas portofolio produk PYFA tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas di kawasan regional.

Sinergi Kuat untuk Kuasai Pasar Biosimilar

Kolaborasi dengan Genewel memungkinkan PYFA untuk memanfaatkan teknologi dan expertise perusahaan Korea Selatan tersebut dalam mengembangkan produk-produk biosimilar yang memiliki permintaan tinggi. Biosimilar adalah versi generik dari obat-obat biologis yang sangat kompleks dan mahal.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi kami untuk menjadi pemain utama di industri farmasi regional. Dengan kombinasi kekuatan Genewel dalam R&D dan kemampuan manufacturing kami, kami yakin dapat memberikan obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Daniel Yuwono, Direktur Utama PYFA, dalam konferensi persnya.

Ekspansi Pasar dan Transfer Teknologi

Selain pengembangan produk, kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi dan pengetahuan (knowledge transfer). Hal ini akan secara signifikan meningkatkan kapabilitas penelitian dan pengembangan (R&D) yang dimiliki oleh PYFA di dalam negeri.

“Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga tentang memajukan industri farmasi Indonesia. Transfer teknologi dari Genewel akan memperkuat fondasi kami untuk berinovasi dan mandiri dalam menghasilkan obat-obatan kompleks,” tambah Daniel.

Sambutan Positif dari Pasar Modal

Pengumuman kerja sama strategis ini langsung disambut positif oleh investor. Pada perdagangan pagi ini, saham PYFA mengalami kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analis memandang kolaborasi ini sebagai langkah yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan di pasar farmasi Asia Pasifik yang terus berkembang.

“Kolaborasi PYFA dan Genewel membuka prospek pendapatan jangka panjang yang cerah. Pasar biosimilar adalah segmen yang tumbuh pesat dan partnership ini memposisikan PYFA sangat baik untuk mengambil bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Andika Pratama, analis sekuritas dari BNI Sekuritas.

Dampak Jangka Panjang bagi Industri Farmasi Nasional

Kerja sama strategis ini diharapkan tidak hanya menguntungkan PYFA secara korporat, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi industri farmasi nasional. Dengan penguatan kapabilitas R&D dan manufacturing, diharapkan dapat mendorong kemandirian Indonesia dalam produksi obat-obatan strategis dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap obat-obatan yang berkualitas dan terjangkau, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Pasifik,” tutup Daniel Yuwono.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X