dok. Bilal Ramadhan/KOMPAS

SENTRA JATENG – Seorang guru di Bali menjadi viral setelah mengunggah video yang memperlihatkan puluhan Chromebook, perangkat laptop ringan untuk pendidikan, yang diduga merupakan bantuan dari era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Alih-alih digunakan untuk menunjang pembelajaran, perangkat tersebut justru teronggok dalam kondisi rusak dan tidak terpakai.

Video yang diunggah pada Jumat (5/9/2025) itu menyulut keprihatinan publik mengenai efektivitas program bantuan teknologi untuk sektor pendidikan di Indonesia. Perangkat yang seharusnya menjadi penunjang digitalisasi sekolah justru menjadi sampah elektronik yang sia-sia.

Bantuan Era Nadiem yang Tak Tersentuh

Dalam video yang beredar, terlihat jelas puluhan unit Chromebook berwarna putih masih terbungkus plastik dan tersusun di dalam sebuah ruangan. Namun, yang menjadi sorotan adalah kondisi perangkat yang sudah rusak, dengan layar yang pecah dan bodi yang tidak utuh.

“Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Ini adalah Chromebook bantuan dari era Mas Menteri Nadiem. Sekarang sudah tidak bisa dipakai, rusak semua,” ujar sang guru dalam video tersebut, yang masih enggan disebutkan namanya. Ia menyayangkan bantuan yang nilainya tidak sedikit itu akhirnya mubazir dan tidak sampai memberikan manfaat untuk guru dan siswa.

Penyebab Kerusakan: Distribusi dan Penyimpanan?

Diduga kuat, kerusakan massal pada perangkat tersebut terjadi akibat proses distribusi dan penyimpanan yang tidak tepat. Chromebook yang notabene adalah perangkat elektronik sensitif membutuhkan penanganan khusus selama pengiriman dan penyimpanan.

Sumber menyebutkan, bantuan tersebut sudah tiba di sekolah dalam kurun waktu yang cukup lama, namun tidak segera didistribusikan atau digunakan. Penyimpanan yang tidak memadai, seperti di ruangan yang lembab atau terkena paparan langsung, diduga menjadi pemicu kerusakan pada komponen dalam perangkat.

Tanggapan Dinas Pendidikan: Akan Ditindaklanjuti

Merespon viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Bali menyatakan akan segera melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut. Mereka berjanji akan mengevaluasi penyaluran dan pemanfaatan bantuan teknologi tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan pusat dan mengecek ke sekolah-sekolah terkait hal ini. Jika memang benar ada yang tidak termanfaatkan, akan kita carikan solusi terbaik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Dr. Ir. Anom Santosa, M.Pd., ketika dikonfirmasi. Ia juga menegaskan pentingnya pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam menggunakan perangkat teknologi.

Mengingatkan Kembali Komitmen Digitalisasi Pendidikan

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pemangku kepentingan bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya soal membagikan perangkat. Aspek yang lebih krusial adalah memastikan rantai distribusi yang aman, penyediaan infrastruktur pendukung seperti listrik dan internet, serta yang terpenting adalah pelatihan berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.

Program bantuan teknologi akan sia-sia jika hanya berhenti pada penyerahan barang, tanpa diikuti dengan ekosistem pendukung yang memadai.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X