dok. Freepik/rawpixel.com

SENTRA JATENG – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Didi Suryadi, mengungkapkan data mengejutkan bahwa 70 persen dari total kejadian kebakaran di wilayahnya sepanjang tahun 2025 diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Temuan ini berdasarkan hasil olah data dari tim investigasi pascakebakaran yang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Pernyataan ini disampaikan Didi dalam sebuah acara sosialisasi pencegahan kebakaran yang digelar di Kota Yogyakarta, Selasa (16/9/2025). Ia menekankan bahwa mayoritas kebakaran akibat listrik sebenarnya dapat dicegah dengan pemasangan instalasi yang tepat dan perilaku penggunaan yang hati-hati.

Faktor Utama: Instalasi Tidak Standar dan Beban Berlebih

Didi Suryadi membeberkan bahwa dua faktor utama pemicu korsleting adalah instalasi listrik yang tidak memenuhi standar Keselamatan Ketengalistrikan (K2) dan penggunaan peralatan elektronik yang melebihi kapasitas daya yang ditanggung oleh instalasi tersebut.

“Banyak yang memasang instalasi secara asal-asalan, menggunakan kabel yang tidak berstandar SNI, dan menumpuk colokan pada satu stopkontak dengan alat multi-plug. Ini sangat berbahaya karena dapat memicu panas berlebih dan akhirnya menyebabkan kebakaran,” jelas Didi dengan tegas.

Lokasi Rawan dan Imbauan Damkarmat

Kebakaran akibat korsleting paling sering terjadi di permukiman padat penduduk, ruko, dan gudang. Damkarmat DIY mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama yang sudah berusia lebih dari sepuluh tahun.

“Periksa kabel yang sudah mengelupas atau mengeras, jangan memaksa menggunakan peralatan yang dayanya terlalu tinggi, dan pastikan MCB (Mini Circuit Breaker) bekerja dengan baik. Langkah-langkah sederhana ini sangat efektif untuk mencegah kebakaran,” pesan Didi kepada para peserta sosialisasi.

Edukasi dan Pemeriksaan Berkala Jadi Kunci

Damkarmat DIY berencana menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bekerja sama dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan asosiasi teknisi listrik. Mereka juga mendorong agar pemeriksaan instalasi listrik dilakukan secara berkala oleh tenaga yang kompeten dan bersertifikat.

Dengan tingginya angka kejadian, kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan listrik dinilai sebagai langkah paling krusial untuk meminimalisir risiko kebakaran yang dapat merenggut nyawa dan harta benda.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X