
SENTRA JATENG – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka mengaku telah mengarahkan para relawannya untuk mendukung upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar dapat memimpin untuk dua periode. Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para tokoh relawan di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Jokowi menegaskan bahwa dukungan tersebut diperlukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan dan stabilitas nasional. Menurutnya, visi dan program yang telah dirintis selama pemerintahannya perlu diteruskan, dan hal itu hanya mungkin terjadi jika Prabowo-Gibran diberikan kepercayaan untuk memimpin hingga 2034.
Pernyataan Terbuka Jokowi
“Saya memang mengarahkan para relawan untuk terus mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran. Kita semua ingin pembangunan yang telah berjalan tidak terputus. Untuk itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Jokowi, seperti dikutip dari sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Jokowi juga menyatakan bahwa dukungan ini bukan sekadar untuk kekuasaan, tetapi untuk memastikan bahwa agenda-agenda strategis nasional, seperti pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi, dapat tetap berjalan konsisten.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Pernyataan Jokowi ini memantik beragam reaksi. Para pendukung setianya menyambut baik langkah ini sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga estafet pembangunan. Namun, sebagian kalangan menilai hal ini dapat memicu dinamika politik baru, terutama yang berkaitan dengan wacana perpanjangan kekuasaan.
“Ini adalah bentuk komitmen Jokowi untuk memastikan bahwa program-programnya tidak mangkrak. Prabowo-Gibran dianggap sebagai penerus yang tepat,” kata seorang politikus yang dekat dengan Jokowi.
Dampak pada Peta Politik
Langkah Jokowi mengonsolidasikan relawan ini diperkirakan akan memperkuat posisi Prabowo-Gibran di panggung politik nasional. Relawan Jokowi dikenal memiliki jaringan yang luas dan pengaruh yang signifikan di tingkat akar rumput.
Di sisi lain, langkah ini juga berpotensi memunculkan kritik dari pihak oposisi yang mengkhawatirkan konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar. Isu dua periode untuk Prabowo-Gibran diprediksi akan menjadi salah satu wacana panas dalam politik Indonesia ke depan.
Proyeksi ke Depan
Dukungan Jokowi ini jelas memberikan angin segar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, apakah wacana dua periode ini akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan partai politik lainnya masih perlu ditunggu.
Yang pasti, pernyataan Jokowi ini telah membuka babak baru dalam dinamika politik Indonesia, di mana mantan presiden aktif mengonsolidasikan kekuatan untuk mendukung penerusnya.
Red (ar/ar)
