dok. Warga

SENTRA JATENG – Maraknya kasus keracunan massal yang diduga kuat terkait konsumsi ikan hiu goreng mendorong ahli gizi untuk memberikan peringatan penting. Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menyarankan agar dalam penyajian Makanan Bergizi Beragam (MBG), khususnya ikan hiu, sebaiknya tidak diolah dengan cara digoreng.

Saran ini disampaikan menyusul beberapa laporan keracunan yang terjadi di sejumlah wilayah, dimana korban dilaporkan mengonsumsi ikan hiu yang digoreng sebelum mengalami gejala keracunan. Metode penggorengan diduga memicu reaksi tertentu pada daging ikan hiu yang dapat membahayakan kesehatan.

“Untuk MBG, terutama dari bahan seperti ikan hiu, sebaiknya diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, bukan digoreng. Proses menggoreng dapat memicu senyawa tertentu yang berpotensi menyebabkan reaksi tidak baik pada tubuh, terutama jika ikan tidak segar sempurna,” jelas Dr. Rita Ramayulis, Kamis (25/9/2025).

Potensi Racun Alami pada Ikan Hiu

Ahli gizi tersebut memaparkan bahwa ikan hiu termasuk dalam kelompok ikan yang berpotensi mengandung racun alami seperti ciguatera. Racun ini berasal dari ganggang yang dimakan oleh ikan-ikan kecil, yang kemudian dikonsumsi oleh ikan hiu. Racun ciguatera dikenal tahan panas, sehingga tidak hilang meskipun dimasak pada suhu tinggi, termasuk digoreng.

“Menggoreng justru bisa ‘mengunci’ senyawa tersebut dan membuatnya lebih sulit untuk dinetralisir oleh tubuh. Metode rebus atau kukus lebih aman,” tambah Rita.

Pentingnya Memastikan Kesegaran Bahan Baku

Selain metode pengolahan, Dr. Rita juga menekankan kritikalnya memastikan kesegaran bahan baku. Ikan hiu yang sudah tidak segar atau disimpan terlalu lama akan mengalami pembusukan yang meningkatkan risiko keracunan histamin, dengan gejala seperti mual, muntah, dan pusing.

“Kunci utamanya adalah kesegaran. Jika bahan baku sudah tidak segar, metode masak apapun tidak akan menjamin keamanannya. Pengecekan kesegaran ikan mutlak dilakukan sebelum diolah,” imbaunya.

Edukasi untuk Mencegah Kejadian Serupa

Kejadian ini, menurutnya, harus menjadi momentum untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan para pengelola makanan, termasuk kantin sekolah dan jasa katering, tentang pentingnya memilih bahan baku yang aman dan metode pengolahan yang tepat. Penerapan prinsip keamanan pangan yang ketat dapat mencegah terulangnya kasus keracunan massal di masa depan. Masyarakat dihimbau untuk lebih kritis dan memprioritaskan keamanan di samping nilai gizi suatu makanan.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X