dok. Freepik/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Dalam era digital yang serba canggih, ternyata masih banyak mitos dan kepercayaan turun-temurun yang melekat pada aktivitas transfer uang. Mulai dari pantangan melakukan transfer di tengah malam hingga menghindari angka-angka tertentu yang dianggap membawa sial, praktik-praktik ini masih sering ditemui dalam masyarakat.

Padahal, dari sisi teknologi dan perbankan, mitos-mitos tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap keberhasilan atau keselamatan transaksi. Sistem transfer elektronik modern dirancang untuk bekerja secara objektif berdasarkan protokol teknis, bukan hal-hal mistis.

“Tidak ada kaitan antara waktu transfer dengan kegagalan transaksi. Sistem perbankan digital bekerja 24 jam dengan keandalan yang sama, baik siang maupun malam,” tegas Ari Setiawan, seorang praktisi teknologi finansial yang diwawancarai, Jumat (26/9/2025).

Mitos Transfer Tengah Malam dan Waktu ‘Keramat’ Lainnya

Salah satu mitos yang paling populer adalah larangan melakukan transfer uang pada pukul 00.00 hingga 03.00 dini hari. Banyak yang percaya bahwa waktu ini adalah ‘jam gaib’ dimana transaksi berisiko tinggi hilang atau masuk ke rekening yang salah.

Faktanya, menurut Ari, justru pada jam-jam tersebut lalu lintas transaksi sangat rendah sehingga server perbankan tidak terbebani. “Secara teknis, tidak ada bedanya. Yang penting nomor rekening dan nominal yang dimasukkan sudah benar. Sistem akan memproses berdasarkan data yang diterima, terlepas dari waktunya,” jelasnya.

Angka-Angka yang Dianggap Pembawa Sial

Mitos lain yang tak kalah kuat adalah keyakinan untuk menghindari angka-angka tertentu saat mengisi nominal transfer, seperti angka 13, 666, atau kombinasi yang dianggap mistis. Sebagian orang merasa angka-angka ini dapat membawa nasib buruk atau membuat uang ‘hilang’ energinya.

Anggapan ini sepenuhnya bersifat psikologis dan tidak memiliki dasar teknis. Sistem perbankan hanya membaca nominal sebagai nilai matematis. “Tidak ada kode error atau kegagalan sistem yang dikaitkan dengan angka tertentu. Transaksi senilai Rp 13.000 atau Rp 666.000 akan diproses sama seperti nominal lainnya,” tambah Ari.

Pentingnya Verifikasi Data, Bukan Percaya Takhayul

Para ahli mengingatkan bahwa kunci utama dari transfer yang aman dan sukses justru terletak pada hal-hal yang sangat rasional. Bukan pada waktu atau angka, tetapi pada ketelitian pengguna dalam memverifikasi data.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah memastikan kebenaran nomor rekening tujuan, nama penerima yang muncul sesuai, dan nominal transfer sudah tepat. Setelah transaksi berhasil, simpan bukti transfer sebagai arsip. Fokus pada hal-hal teknis dan verifikatif ini jauh lebih bermanfaat untuk mencegah kesalahan daripada mempercayai mitos yang tidak berdasar.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X