
SENTRA JATENG – Gunung Lewotobi yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai approximately 1.200 meter di atas puncak kawah.
Erupsi yang tercatat pada pukul 07.22 WITA ini merupakan kelanjutan dari periode aktivitas gunung yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Arah penyebaran abu vulkanik dilaporkan condong ke arah barat dan barat laut, berpotensi mempengaruhi kualitas udara dan visibilitas di sejumlah wilayah tersebut.
“Tipe letusannya adalah magmatik, ditandai dengan keluarnya abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal,” jelas Kusdaryanto, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi, saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).
Status Siaga Level III Tetap Dipertahankan
Menyikapi aktivitas vulkanik yang masih dinamis ini, PVMBG hingga saat ini masih mempertahankan status Gunung Lewotobi pada Level III (Siaga). Status ini mengindikasikan bahwa gunung api tersebut masih berada dalam kondisi berbahaya dan berpotensi untuk mengalami erupsi yang lebih besar.
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan secara tegas dilarang mendekati dan melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah. Zona ini dinilai sebagai kawasan rawan bencana yang berisiko tinggi terkena material erupsi seperti lontaran batu (pijar), awan panas, dan aliran lahar.
Dampak Langsung dan Antisipasi Masyarakat
Erupsi pagi ini dilaporkan diikuti dengan suara gemuruh dan gempa vulkanik yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di lereng gunung. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, sejumlah warga mulai meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.
“Kami sudah mengingatkan warga untuk selalu waspada, terutama terhadap ancaman hujan abu yang dapat mengganggu pernapasan dan merusak tanaman pertanian. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker jika keluar rumah,” tambah Kusdaryanto.
Rekomendasi dan Arahan untuk Keselamatan
PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi secara real-time. Masyarakat diimbau untuk senantiasa mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang, serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Pemantauan secara intensif terhadap deformasi tubuh gunung, kegempaan, dan emisi gas terus dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal peningkatan aktivitas yang lebih signifikan, guna memastikan keselamatan warga di sekitarnya.
Red (ar/ar)
