dok. BPBD Karangasem/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Genangan air akibat banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Karangasem, Bali, hingga Senin (29/9/2025) malam masih belum kunjung surut. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan masih mencapai 1,5 meter, menyulitkan proses pembersihan dan evakuasi warga.

Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi panjang sejak Minggu (28/9/2025) itu menyebabkan ratusan rumah terendam, infrastruktur rusak, dan aktivitas masyarakat lumpuh.

“Untuk ketinggian air, di beberapa titik masih mencapai satu setengah meter. Proses respons darurat masih terus berjalan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karangasem, I Gede Darmada, saat dikonfirmasi, Senin malam.

Lima Kecamatan Terdampak, Ribuan Jiwa Mengungsi

Bencana ini melanda setidaknya lima kecamatan, meliputi Kecamatan Kubu, Selat, Abang, Rendang, dan Sidemen. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ribuan jiwa dari ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Rumah-rumah warga, bangunan usaha, dan fasilitas umum tidak luput dari terjangan air dan material lumpur yang terbawa arus. Proses pendataan kerugian dan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Infrastruktur Rusak dan Akses Transportasi Terputus

Selain merendam permukiman, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital. Sejumlah jalan poros dan jembatan mengalami kerusakan parah, memutus akses transportasi antar wilayah. Longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik, semakin mempersulit mobilitas tim penolong dan distribusi bantuan.

“Kami masih kesulitan menjangkau lokasi-lokasi tertentu karena akses jalan yang terputus dan genangan air yang masih sangat tinggi. Tim kami berusaha mencari alternatif jalur,” ujar Darmada.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, di wilayah Bali hingga beberapa hari ke depan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat proses pemulihan dan berpotensi memicu bencana susulan seperti banjir kembali atau tanah longsor.

BPBD dan relawan terus berjibaku membersihkan genangan dan mendistribusikan bantuan logistik, selimut, dan obat-obatan bagi pengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X