dok. pandawa borniat/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Sebuah momen tak terlupakan tercipta di SD YPPK St. Fransiskus Asisi, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (29/9/2025). Di hadapan Menteri Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Mendikdasmen), Rheno Kasih Koff, seorang siswa kelas VI, dengan percaya diri mempresentasikan inovasinya: sebuah aplikasi bernama “Alexandria”.

Namun, presentasi itu tidak berakhir seperti biasa. Di akhir sesi, dengan polos dan berani, Rheno menyampaikan permintaannya langsung kepada sang menteri. “Saya mau minta laptop,” ucap Rheno, disambut tawa dan tepuk tangan hangat dari seluruh tamu dan undangan yang hadir, termasuk Mendikdasmen sendiri.

Momen Spontan yang Menyentuh

Permintaan Rheno itu bukanlah sebuah keserakahan, melainkan cerminan semangat belajar dan berkreasi yang butuh dukungan sarana. Menteri yang hadir untuk meresmikan program “Kurikulum Berkemajuan” justru terlihat terharu dan terkesan dengan keberanian bocah 12 tahun tersebut.

“Saya kagum dengan keberanian dan kreativitas Rheno. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Papua memiliki potensi yang sangat besar di bidang teknologi,” kata Mendikdasmen usai acara, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/9/2025). Ia pun berjanji akan mempertimbangkan permintaan Rheno tersebut.

Mengenal Alexandria, Karya Besar Rheno

Lalu, apa sebenarnya “Alexandria” yang dipamerkan Rheno? Aplikasi ini adalah sebuah platform edukasi buatannya sendiri yang dirancang untuk memudahkan siswa belajar, terutama dalam memahami mata pelajaran yang dianggap sulit.

“Aplikasi ini saya buat karena saya lihat teman-teman banyak yang kesulitan belajar. Di sini ada materi, soal latihan, dan bisa diskusi,” jelas Rheno tentang karyanya. Nama “Alexandria” terinspirasi dari Perpustakaan Alexandria kuno yang menjadi pusat ilmu pengetahuan, mencerminkan harapannya agar aplikasinya bisa menjadi gudang ilmu bagi teman-temannya.

Potensi Generasi Papua di Bidang Teknologi

Kejadian ini menyoroti sebuah potensi besar yang sering terabaikan: bakat teknologi anak-anak Papua. Rheno, dengan perangkat yang terbatas, mampu menciptakan sebuah solusi digital untuk masalah di sekitarnya.

Kepala SD YPPK St. Fransiskus Asisi, Yulce Wanimbo, mengaku bangka dengan prestasi muridnya. “Rheno memang anak yang kreatif dan suka otodidak. Kami di sekolah mendukung penuh, meski dengan fasilitas yang serba terbatas. Semoga ini bisa memotivasi anak-anak lain,” ujarnya.

Keberanian Rheno tidak hanya berhasil memukau seorang menteri, tetapi juga mengirim pesan kuat tentang pentingnya pemerataan akses teknologi dan dukungan peralatan untuk menyalakan api kreativitas anak-anak di daerah tertinggal. Satu permintaan laptop yang sederhana, namun sarat dengan makna perjuangan untuk meraih masa depan yang lebih gemilang.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X