dok. kementrans/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Mentrans/BKPM) secara resmi membuka keran investasi skala besar. Langkah strategis ini ditandai dengan diluncurkannya peta jalan investasi yang menyasar tujuh sektor industri andalan nasional.

Menteri Investasi/ Kepala BKPM, Rachmat Gobel, dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk menarik investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. “Kami tidak hanya mengejar nilai investasi, tetapi lebih penting lagi, dampaknya bagi perekonomian nasional, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi,” tegas Gobel.

Tujuh Sektor Industri Prioritas

Berikut adalah daftar tujuh sektor industri yang menjadi fokus utama dalam menarik investasi skala besar:

  1. Industri Hijau dan Energi Terbarukan: Fokus pada pengembangan industri ramah lingkungan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, bayu, dan hidrogen hijau.
  2. Industri Elektronik dan Teknologi Digital: Menarik investasi untuk manufacturing komponen high-tech, data center, dan ekosistem ekonomi digital.
  3. Industri Logistik dan Rantai Pasok Global: Pengembangan kawasan logistik terintegrasi dan hub distribusi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
  4. Industri Kesehatan dan Farmasi: Mendorong investasi di bidang produksi bahan baku obat (BBO), alat kesehatan, dan penelitian bioteknologi.
  5. Industri Otomotif dan Transportasi Masa Depan: Tidak hanya assembling, tetapi juga pengembangan kendaraan listrik (EV) dan industri baterai.
  6. Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal: Investasi pada infrastruktur pariwisata premium dan pengembangan konten kreatif.
  7. Industri Pangan Olahan dan Pertanian Modern: Menarik teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan dan pertanian Indonesia.

Strategi Jitu Menjepit Investasi

Mentrans tidak hanya sekadar menawarkan sektor, tetapi juga menyiapkan sejumlah strategi konkret untuk mempermudah investor. Strategi ini mencakup penyederhanaan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), penyediaan kawasan industri yang siap pakai, serta insentif fiskal yang kompetitif.

“Kami akan memastikan bahwa setiap investasi yang masuk mendapatkan kemudahan dan kepastian berusaha. Kami hadir sebagai mitra bagi investor,” papar Rachmat Gobel lebih lanjut.

Target dan Dampak yang Diharapkan

Dengan fokus pada tujuh sektor prioritas ini, pemerintah menargetkan dapat menarik investasi yang tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga membawa multiplier effect yang besar bagi perekonomian. Dampak yang diharapkan antara lain terbukanya lapangan kerja skala besar, alih teknologi, penguatan industri hilir, serta peningkatan ekspor produk manufaktur bernilai tinggi.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju negara berpenghasilan tinggi, dengan fondasi industri yang kuat dan berdaya saing global.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X