
SENTRA JATENG – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober tak lepas dari pembacaan ikrar sakti. Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis teks lengkap Ikrar Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 yang akan dibaca dalam upacara kenegaraan.
Ikrar ini merupakan bentuk komitmen seluruh bangsa Indonesia untuk tetap setia kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
Teks Lengkap Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2025
Berikut adalah naskah ikrar resmi yang dirilis Kementerian Agama RI:
IKRAR KESAKTIAN PANCASILA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Kami rakyat Indonesia, dengan ini menyatakan:
- Pertama: Kami tetap setia kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, pembimbing perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan beradab.
- Kedua: Kami tetap berpegang teguh pada Proklamasi 17 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Ketiga: Kami akan terus mempertahankan, mengamankan, serta mengamalkan Pancasila dan Proklamasi 17 Agustus 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Keempat: Kami akan terus membangun bangsa dengan penuh kejujuran, ketekunan, kesederhanaan, serta semangat kegotongroyongan sebagai perwujudan pengamalan Pancasila.
- Kelima: Kami siap membela tanah air, bangsa, dan negara dari segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari luar maupun dari dalam negeri.
Jakarta, 1 Oktober 2025
Atas Nama Rakyat Indonesia
Urutan dan Tata Cara Upacara
Pembacaan ikrar ini merupakan salah satu puncak dalam rangkaian upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Ikrar akan dibaca secara khidmat oleh seluruh peserta upacara setelah penyampaian amanat atau pidato oleh pembina upacara, yang biasanya adalah Menteri Agama dalam upacara kenegaraan.
Momen ini dilaksanakan dengan penuh khidmat untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengenang perjuangan para pahlawan revolusi yang menjadi fondasi tegaknya Pancasila.
Red (ar/ar)
