dok. Nvidia

SENTRA JATENG – Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNBC, Selasa (8/10/2025), CEO Nvidia Jensen Huang mengaku terkejut dengan keputusan pesaing utamanya, Advanced Micro Devices (AMD), yang rela melepas 10 persen sahamnya kepada OpenAI. Langkah strategis yang diumumkan seminggu sebelumnya ini dinilai Huang sebagai sebuah langkah berani yang tidak terduga.

“Saya cukup kaget mendengarnya. Melepas 10 persen saham kepada satu mitra strategis adalah komitmen yang sangat besar. Ini menunjukkan betapa seriusnya AMD ingin berkolaborasi dengan OpenAI, dan sebaliknya, betapa OpenAI membutuhkan akses yang dalam ke teknologi semikonduktor,” ujar Huang dengan nada penuh pertimbangan.

Strategi Jangka Panjang di Balik Keputusan AMD

Keputusan AMD untuk menukar sebagian kepemilikannya dengan aliansi strategis bersama OpenAI dipandang banyak analis sebagai langkah untuk mempercepat pengembangan chip AI khusus (custom AI chips) yang akan digunakan secara eksklusif oleh OpenAI untuk model-model kecerdasan buatan generasi mendatang.

Seorang analis industri semikonduktor, Michele Reed, mengatakan, “Ini bukan sekadar transaksi jual-beli saham biasa. Ini adalah ikatan strategis yang dalam. Dengan memiliki saham di AMD, OpenAI memiliki kepentingan langsung dalam kesuksesan perusahaan ini, dan AMD mendapatkan ‘pelanggan’ dan mitra pengembangan yang sangat powerful.”

Dampak Persaingan Nvidia vs AMD di Pasar AI

Sebagai pemimpin pasar chip AI yang selama ini didominasi oleh Nvidia, langkah AMD ini berpotensi mengubah peta persaingan. Nvidia, dengan platform CUDA-nya, telah menjadi tulang punggung bagi sebagian besar model AI besar, termasuk yang dikembangkan oleh OpenAI.

“Dengan kemitraan yang begitu erat, AMD dan OpenAI bisa bersama-sama menciptakan arsitektur perangkat keras dan lunak yang sangat teroptimasi, yang mungkin suatu hari bisa menantang efisiensi dan kinerja solusi Nvidia,” tambah Reed. Huang sendiri mengakui bahwa persaingan yang ketat selalu baik untuk inovasi.

Respon Pasar dan Masa Depan Kolaborasi

Pengumuman kerja sama ini telah memberikan sentimen positif bagi saham AMD di pasar. Meski demikian, Huang menegaskan bahwa Nvidia akan tetap fokus pada roadmap pengembangannya sendiri.

“Kami punya keyakinan penuh pada strategi kami. Dunia AI masih sangat luas, dan ada ruang untuk banyak pemain yang sukses. Kami akan terus berinovasi untuk menyediakan platform komputasi yang paling efisien bagi semua pelanggan kami, tanpa terkecuali,” pungkas CEO Nvidia tersebut. Kolaborasi AMD-OpenAI ini dipastikan akan menjadi salah satu dinamika paling menarik untuk diikuti dalam industri teknologi dan AI di tahun-tahun mendatang.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X