dok. Freepik

SENTRA JATENG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah Indonesia, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh tahun 2020. Anomali suhu udara rata-rata pada 2024 mencapai +0.84°C di atas normal, melampaui rekor 2020 yang sebesar +0.82°C. Lantas, bagaimana dengan tahun 2025? Apakah tahun ini akan mengulangi atau bahkan memecahkan rekor panas tersebut?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan, menjelaskan bahwa meskipun 2025 tidak diprediksi akan menjadi tahun terpanas baru, kondisi suhu rata-rata tahun ini diperkirakan tetap akan lebih tinggi daripada kondisi normal. “Untuk 2025, kami memprediksikan tidak akan memecahkan rekor, tetapi suhunya masih akan lebih hangat dari rata-ratanya. Ini konsisten dengan tren pemanasan global yang terus berlanjut,” jelas Dodo dalam temu media di Gedung BMKG, Jakarta, Rabu (16/10/2025).

Faktor Penyebab Tahun Terpanas 2024

BMKG mengungkapkan bahwa kombinasi dari dua faktor utama menjadi pendorong terciptanya rekor suhu tahun 2024. Pertama adalah fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara. Faktor kedua, dan yang dianggap paling dominan, adalah tren pemanasan global akibat perubahan iklim jangka panjang.

“Dua hal ini, El Nino dan perubahan iklim, saling berinteraksi. El Nino memberikan dorongan tambahan pada tahun-tahun tertentu, sementara perubahan iklim menjadi ‘pembakar’ latar belakang yang terus mendorong suhu rata-rata planet ini naik dari tahun ke tahun,” papar Dodo lebih lanjut.

Prediksi BMKG untuk Sisa 2025

Menurut prakiraan BMKG, fenomena El Nino saat ini telah menunjukkan tanda-tanda melemah dan diprediksi akan berakhir pada periode April-Mei 2025. Setelahnya, kondisi netral atau bahkan La Nina lemah berpotensi terjadi di akhir tahun. Transisi ini menjadi alasan utama mengapa 2025 diperkirakan tidak akan lebih panas daripada 2024.

“Tahun 2025 ini merupakan tahun transisi. Kita baru saja keluar dari El Nino, dan prediksinya akan menuju kondisi netral. Ini yang membuat suhu rata-rata untuk keseluruhan tahun 2025 tidak akan setinggi tahun 2024 yang masih didorong oleh El Nino,” tambah Dodo.

Peringatan untuk Masyarakat dan Pemerintah

Di balik prediksi yang “relatif lebih ringan” untuk 2025, BMKG mengingatkan bahwa masyarakat dan pemerintah tidak boleh lengah. Tren pemanasan jangka panjang tetap berlanjut, yang berarti gelombang panas, cuaca ekstrem, dan periode kekeringan masih berpotensi terjadi.

BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus beradaptasi dengan kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Langkah-langkah seperti penghematan air, peningkatan manajemen sumber daya air, dan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan harus tetap menjadi prioritas, meskipun tahun 2025 diprediksi tidak akan memecahkan rekor tahun terpanas.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X