dok. Dinkes Toba

SENTRA JATENG – Sebanyak 95 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Berbahaya dan Beracun (MBG) yang dibeli dari kantin sekolah. Dari total korban, 12 orang di antaranya hingga Jumat (17/10/2025) malam masih menjalani perawatan intensif di sejumlah puskesmas setempat.

Insiden yang menggemparkan dunia pendidikan di Sumut ini terjadi pada Kamis (16/10/2025) siang. Para korban yang merupakan siswa-siswi SD tersebut dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut usai menyantap jajanan yang mereka beli.

Kronologi Kejadian dan Gejala Korban

Kejadian bermula ketika puluhan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan beberapa jam setelah jam istirahat sekolah usai. Beberapa siswa yang kondisinya parah langsung dilarikan ke puskesmas terdekat oleh guru dan orang tua, sementara lainnya mendapat pertolongan pertama di sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Toba Samosir, dr. Mula Sihombing, mengonfirmasi bahwa timnya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi dan mengambil sampel makanan. “Kami sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa di laboratorium. Gejala yang dialami siswa konsisten dengan keracunan makanan,” ujar dr. Mula, Jumat (18/10/2025).

Jajanan Diduga dari Kantin Sekolah

Meskipun penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium, makanan yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan massal ini adalah jajanan yang dijual di kantin sekolah. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang tidak higienis atau telah terkontaminasi bakteri.

“Kami menduga makanan yang dikonsumsi berasal dari kantin sekolah. Kami sedang memeriksa kondisi kebersihan dan proses pengolahan makanan di kantin tersebut,” tambah dr. Mula Sihombing.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Dinkes Toba Samosir bersama pihak sekolah dan orang tua siswa kini berkoordinasi untuk memantau kondisi kesehatan para siswa. Dua belas siswa yang masih dirawat kondisinya dilaporkan stabil dan terus dipantau oleh tenaga medis.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang dijual di kantin. Pemerintah setempat juga akan menggencarkan sosialisasi tentang keamanan pangan dan pentingnya memastikan jajanan sekolah yang sehat dan higienis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Red (Ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X