dok. hamim/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Satu orang pekerja tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat insidi longsor di sebuah lokasi tambang pasir di Desa Banyuurip, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kejadian tragis ini berlangsung pada Senin (20/10/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi tambang yang longsor tersebut diduga kuat merupakan milik seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Sugeng (45), warga setempat. Sementara dua korban luka, yaitu Suharto (38) dan Wawan (42), saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat tertimbun material longsoran.

Kronologi dan Upaya Evakuasi

Berdasarkan informasi awal, ketiga korban sedang melakukan aktivitas penggalian di dasar tebing tambang pasir yang diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari 20 meter. Tiba-tiba, bagian dari tebing tersebut ambruk dan menimbuni mereka.

“Korban sedang menambang pasir di lokasi galian C. Longsoran terjadi secara tiba-tiba dari atas tebing, ketiganya berhasil dievakuasi oleh warga dan rekan kerjanya,” jelas AKP Rudi Hartono, Kapolsek Merakurak, saat dikonfirmasi pada Selasa (21/10/2025). Proses evakuasi dilakukan secara swadaya oleh warga sebelum akhirnya korban dilarikan menggunakan mobil pribadi ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Lokasi Tambang Diduga Milik Anggota DPR

Yang membuat sorotan publik semakin tajam adalah status kepemilikan lokasi tambang tersebut. Lokasi galian pasir yang longsor itu diduga kuat merupakan usaha yang dikelola oleh Bobby Abbas, anggota DPR RI dapil Jawa Timur VIII yang mencakup Kabupaten Tuban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bobby Abbas menanggapi insiden ini.

“Untuk kepemilikan, kami masih melakukan pendalaman. Namun, dari informasi sementara, lokasi tersebut adalah milik Bapak Bobby Abbas,” tambah Kapolsek Rudi Hartono, mengonfirmasi temuan sementara tersebut.

Penyelidikan dan Status Hukum

Kepolisian Resor (Polres) Tuban telah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab pasti kelongsoran dan memeriksa aspek legalitas dari operasi tambang tersebut. “Kami masih memeriksa apakah tambang ini memiliki izin resmi atau tidak. Kami akan menelusuri setiap pelanggaran yang mungkin terjadi,” tegas AKBP Budi Santoso, Kapolres Tuban, menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.

Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan kerja dan kepatuhan hukum di sektor pertambangan rakyat, terutama yang dikait-kaitkan dengan pejabat publik. Keselamatan para pekerja menjadi taruhannya, seperti yang terlihat dalam musibah di Tuban ini.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X