
KUDUS | Sentra Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sebanyak 50.828 buruh rokok yang tersebar di 22 pabrik rokok. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mendukung kesejahteraan para pekerja sektor industri hasil tembakau.
Setiap pekerja menerima bantuan sebesar Rp600 ribu untuk alokasi dua bulan, yang dibayarkan sekaligus. Penyerahan simbolis bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, didampingi Wakil Bupati Bellinda Birton. Mereka menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan secara bijak oleh para buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Salah satu pabrik yang menjadi lokasi penyaluran bantuan adalah PT Djarum. Di perusahaan ini, tercatat ada sebanyak 30.342 pekerja yang mendapatkan BLT dengan total anggaran mencapai sekitar Rp3,4 miliar. Bantuan disalurkan dalam dua tahap dan penyaluran tahap kedua dilakukan di unit SKT Megawon 2 dan Tanjung Karang.
Senior Manager Public Affair PT Djarum Kudus, Purwono Nugroho, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu para pekerja, terutama untuk meningkatkan daya beli mereka setelah melewati masa Lebaran. Ia juga berharap program ini bisa terus berlanjut di masa mendatang sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja sektor padat karya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus, Satria Agus Himawan, mengungkapkan bahwa total anggaran BLT yang dikucurkan tahun ini dari APBD Kudus mencapai Rp60,99 miliar. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk buruh dari pabrik-pabrik rokok yang ada di wilayah tersebut.
Di luar bantuan dari kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan program BLT bagi buruh rokok, mencakup sekitar 28.000 pekerja. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp33,6 miliar, dan akan diberikan dalam empat tahap, masing-masing senilai Rp300 ribu per bulan.
Pihak pabrik pun mengapresiasi bantuan ini. Perwakilan dari Pabrik Rokok Jaleka, Sandung Hidayat, menyatakan rasa terima kasihnya karena sekitar 640 buruh di tempatnya turut menerima bantuan. Sementara itu, salah seorang buruh PT Djarum, Evita Putri Maharani, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut yang telah ia terima secara rutin selama beberapa tahun terakhir.
Program bantuan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja industri hasil tembakau, serta menjadi bentuk nyata pemanfaatan DBHCHT secara langsung dan tepat sasaran.
(ar/ar)
