
Pahalgam, 22 April 2025 | Sentra Jateng — Sebuah serangan bersenjata yang terjadi di kawasan wisata Baisaran, dekat Pahalgam, Kashmir, India, pada Selasa (22/4/2025), mengakibatkan sedikitnya 24 wisatawan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling mematikan terhadap warga sipil di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan dari Kompas.com, empat orang bersenjata yang diduga militan menyerang para wisatawan dengan tembakan dari jarak dekat. Sebagian besar korban adalah warga negara India, dan hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pihak berwenang India menyebut serangan ini sebagai tindakan terorisme dan telah meluncurkan operasi pencarian terhadap para pelaku.
Serangan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, ke India. Dalam pernyataannya, Vance mengutuk keras serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga mengecam serangan ini dan berjanji akan membawa para pelaku ke pengadilan.
Wilayah Kashmir telah lama menjadi daerah konflik antara India dan Pakistan, dengan berbagai kelompok militan aktif di wilayah tersebut. Sejak pencabutan status otonomi khusus Kashmir oleh pemerintah India pada tahun 2019, ketegangan dan kekerasan di wilayah tersebut meningkat.
Pihak keamanan India telah meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian serta di seluruh wilayah Kashmir untuk mencegah serangan susulan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap industri pariwisata di Kashmir, yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi penduduk setempat. Pemerintah India berkomitmen untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut guna menjamin keselamatan wisatawan dan warga lokal.
(ar/ar)
