Foto: dok. Sekretariat Presiden

Sentra Jateng - Pemerintah memastikan perusahaan pertambangan dan material asal China, Zhejiang Huayou Cobalt, mengambil alih posisi LG Energy Solution sebagai pemimpin konsorsium investasi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 129 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menuturkan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu malam (23/4/2025), “Kami sudah bertemu langsung dengan pihak Huayou dan mereka sangat positif. Sejak 2024 Huayou sebenarnya sudah berada dalam ekosistem konsorsium LG, sehingga transisi kepemimpinan berjalan mulus.

Rosan menegaskan, pergantian pemimpin konsorsium tidak akan mengubah rencana besar proyek Indonesia Grand Package yang meliputi pembangunan pabrik sel baterai, smelter nikel, serta fasilitas daur ulang di beberapa provinsi. “Huayou kini menjadi leading konsorsium itu,” ujarnya.

Sebelumnya, LG Energy Solution mengundurkan diri dari proyek setelah dua tahun negosiasi. Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto menanggapi tenang langkah LG. “Tenang saja, Indonesia besar dan cerah. Masih banyak peluang menarik investasi lain,” katanya di Istana Merdeka, Selasa (22/4/2025).

Huayou disebut sudah memiliki sejumlah aset hilirisasi nikel di Sulawesi dan Maluku. Rosan menilai rekam jejak itu relevan dengan target pemerintah membangun rantai pasok baterai domestik. “Mereka siap mempercepat groundbreaking fasilitas cathode di Morowali akhir tahun ini,” ungkapnya.

Fokus Lokal Konten dan Transfer Teknologi

Kementerian Investasi menekankan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen pada fase produksi massal 2028. Selain itu, Huayou berkomitmen membawa teknologi daur ulang untuk mengolah limbah baterai sehingga sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Dukungan Pemerintah dan Kepastian Regulasi

Rosan memastikan insentif fiskal tetap berlaku, termasuk tax holiday, bea masuk nol untuk mesin, dan kemudahan izin lingkungan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kepastian regulasi agar investor merasa aman. “Kita belajar dari dinamika sebelumnya; aturan harus stabil,” tuturnya.

Jalan Panjang Elektrifikasi

Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia membidik posisi sentral dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Pergantian nahkoda konsorsium diharapkan tidak menghambat ambisi tersebut. “Perubahan investor hal biasa dalam proyek berskala raksasa, yang penting target hilirisasi tetap on track,” kata Rosan menutup sesi tanya jawab.

Huayou dijadwalkan meneken amandemen perjanjian induk bersama BUMN pertambangan dan energi pekan depan, menandai babak baru proyek baterai EV terintegrasi pertama di Asia Tenggara.

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X