
Sentra Jateng - Vatikan merilis rangkaian foto resmi jenazah Paus Fransiskus yang dibaringkan di dalam peti mati terbuka di Istana Apostolik, Selasa (22/4/2025). Dalam gambar yang diabadikan L’Osservatore Romano itu, pemimpin Gereja Katolik berusia 88 tahun tampak mengenakan jubah putih, stola merah, serta menggenggam rosario di tangan, sementara dua anggota Garda Swiss berdiri mengawal di kedua sisi.
Kepala Kantor Pers Takhta Suci Matteo Bruni menjelaskan, “Ini sesuai keinginan Sri Paus agar umat dapat memberikan penghormatan terakhir secara sederhana dan terbuka,” ujarnya dalam jumpa pers di Aula Paolo VI.
Prosesi Pemindahan ke Basilika Santo Petrus
Pada Rabu pagi (23/4/2025), peti jenazah dipindahkan dari Kapel Santa Marta menuju Basilika Santo Petrus untuk disemayamkan tiga hari sebelum Misa Requiem Sabtu (26/4/2025). Suasana hening pecah di Lapangan Santo Petrus ketika lonceng basilika berdentang mengiringi iring‑iringan petugas liturgi.
Perpisahan Emosional
Sejumlah kisah terakhir Paus turut terungkap. Vatikan menceritakan bagaimana beliau sempat berterima kasih kepada perawat pribadinya, Massimiliano Strappetti, sehari sebelum wafat. “Menurutmu, apakah saya masih bisa melakukannya?” tanya Paus yang bersikeras menyapa jemaat pada Minggu Paskah (20/4) meski kondisi menurun.
Daftar Tamu Kenegaraan
Kantor Berita AFP melaporkan, sederet pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran, antara lain Presiden Italia Sergio Mattarella, Presiden AS Jill Biden, Raja Felipe VI dari Spanyol, dan Patriark Bartholomew I dari Gereja Ortodoks. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga dijadwalkan tiba Jumat malam.
Reaksi Global
Ungkapan duka mengalir di media sosial. Namun, Pemerintah Israel sempat menuai sorotan setelah menghapus cuitan belasungkawa beberapa jam usai diunggah. Kementerian Luar Negeri Israel belum memberi penjelasan resmi.
Proses Pemilihan Paus Baru
Menurut Konstitusi Apostolik Universi Dominici Gregis, konklaf akan dimulai 15 hingga 20 hari setelah wafatnya Paus. Para kardinal—kini berjumlah 131 orang yang berhak memilih—dijadwalkan berkumpul pekan depan. Pintu apartemen kepausan telah disegel lilin merah sebagai tanda Sede Vacante.
Bruni menegaskan, “Seluruh rangkaian liturgi akan disiarkan langsung agar umat di seluruh dunia bisa ikut mendoakan.”
Dengan publikasi foto peti terbuka ini, Vatikan menegaskan komitmen Paus Fransiskus pada kesederhanaan hingga akhir hayat, sekaligus membuka ruang bagi jutaan umat untuk mengucap selamat jalan sebelum lonceng kematian berdentang di Basilika Santo Petrus pada Sabtu mendatang.
(ar/ar)
