Foto: PEXELS/kaboompics

Sentra Jateng – Isu mengenai keharusan mencuci pembalut sebelum dibuang masih sering menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang menganggap langkah ini wajib untuk menjaga kebersihan, tetapi apa kata ahli soal prosedur yang benar?

Dilansir dari Kompas.com, dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada keharusan medis untuk mencuci pembalut sebelum dibuang. Menurut dr. Dwiana, yang terpenting adalah memastikan pembalut dibuang dengan cara yang higienis, seperti membungkus rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah tertutup.

“Pembalut itu mengandung darah yang memang berasal dari tubuh sendiri. Jika dibuang dengan benar, tanpa mencuci pun sudah cukup aman,” ujar dr. Dwiana dalam keterangannya, Minggu (27/4/2025).

Meski demikian, dalam beberapa budaya lokal, kebiasaan mencuci pembalut sebelum dibuang dilakukan untuk menghormati norma sosial atau menghindari anggapan negatif dari masyarakat sekitar. Praktik ini lebih bersifat budaya dibandingkan kebutuhan medis.

Di sisi lain, dr. Dwiana juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebersihan tangan setelah menangani pembalut bekas. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membuang pembalut menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus.

Selain itu, untuk mengurangi dampak lingkungan, dr. Dwiana menyarankan penggunaan produk pembalut ramah lingkungan atau metode alternatif seperti menstrual cup, yang bisa digunakan kembali setelah disterilkan.

“Pengelolaan sampah pembalut masih menjadi tantangan karena sebagian besar bahan pembuatannya sulit terurai,” tambahnya.

Sebagai penutup, dr. Dwiana menekankan bahwa keputusan untuk mencuci pembalut sebelum dibuang kembali pada pilihan pribadi dan norma setempat, asalkan tetap memperhatikan prinsip kebersihan dan keamanan.

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X