
Sentra Jateng – Kabar baik bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Sebanyak 30.000 nakes di delapan provinsi kini berkesempatan memiliki rumah bersubsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Tabungan Negara (BTN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Skema KPR Khusus untuk Nakes
Dalam keterangan resmi, Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses perumahan bagi para nakes yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. “Program ini menjadi bagian dari komitmen BTN untuk mendukung kebutuhan papan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Hirwandi dalam konferensi pers yang digelar Senin (28/4/2025).
Skema yang ditawarkan dalam program ini menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang menawarkan suku bunga rendah sebesar 5 persen tetap selama tenor kredit.
Provinsi Sasaran Program
Delapan provinsi yang menjadi target penerima program ini antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. BTN menyebutkan bahwa penyaluran rumah subsidi akan diprioritaskan kepada nakes yang telah memenuhi syarat administratif dan ketentuan dari Kementerian PUPR.
“Selain kriteria penghasilan maksimal, calon penerima juga wajib belum pernah memiliki rumah sebelumnya,” jelas Hirwandi.
Fasilitas dan Keringanan
BTN juga menawarkan sejumlah keringanan tambahan bagi peserta program, seperti bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, serta diskon asuransi jiwa. Dengan fasilitas ini, diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang dapat memiliki rumah layak dengan proses pengajuan yang lebih mudah dan ringan.
“BTN memahami pentingnya keberadaan rumah bagi tenaga kesehatan, apalagi pasca pandemi Covid-19 yang membuat sektor kesehatan sangat krusial,” kata Hirwandi.
Kolaborasi BTN dan Kementerian PUPR
Program ini merupakan bagian dari arahan strategis Kementerian PUPR dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk sektor tenaga kesehatan. Dukungan penuh dari pemerintah diharapkan dapat mempercepat realisasi target satu juta rumah yang terus digencarkan setiap tahun.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, dalam kesempatan berbeda, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif BTN. “Ketersediaan rumah layak bagi tenaga kesehatan adalah prioritas nasional,” tegasnya.
Target Penyelesaian Program
BTN menargetkan penyelesaian program ini bisa rampung dalam kurun waktu satu tahun. Untuk mempercepat pencapaian target, bank pelat merah ini menggandeng pengembang properti yang telah terakreditasi untuk menyiapkan unit rumah subsidi sesuai standar yang ditetapkan.
Sementara itu, BTN membuka kesempatan bagi nakes untuk mulai mengajukan permohonan KPR subsidi mulai Mei 2025 melalui cabang-cabang BTN yang tersebar di seluruh Indonesia.
(ar/ar)
