
Sentra Jateng – Israel menghadapi kebakaran hutan besar yang melanda wilayah dekat Yerusalem sejak Rabu (30/4/2025). Kebakaran ini memaksa pemerintah Israel untuk mengumumkan status darurat nasional dan meminta bantuan internasional untuk mengatasi situasi tersebut.
Skala Kebakaran dan Dampaknya
Kebakaran yang dipicu oleh cuaca panas dan angin kencang ini telah membakar sekitar 20.000 dunam lahan hutan di perbukitan Yerusalem. Beberapa permukiman seperti Neve Shalom, Beko’a, Ta’oz, Mevo Horon, Mishmar Ayalon, dan Nahshon telah dievakuasi. Sedikitnya 40 orang mengalami luka-luka akibat kebakaran ini.
Respons Pemerintah Israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kebakaran ini merupakan ancaman serius bagi ibu kota dan dapat mencapai pinggiran kota Yerusalem. “Angin barat dapat dengan mudah mendorong api menuju pinggiran [Yerusalem] – bahkan ke dalam kota itu sendiri,” ujar Netanyahu.
Pemerintah Israel telah mengerahkan lebih dari 160 tim pemadam kebakaran dan 12 pesawat untuk memadamkan api. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman.
Bantuan Internasional
Israel telah meminta bantuan dari beberapa negara, termasuk Yunani, Siprus, Kroasia, Italia, dan Bulgaria. Negara-negara tersebut diharapkan mengirimkan pesawat pemadam kebakaran untuk membantu mengatasi kebakaran.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, juga menghubungi negara-negara lain seperti Prancis, Inggris, Spanyol, dan Portugal untuk meminta bantuan serupa.
Situasi Terkini
Hingga Kamis (1/5/2025), kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali. Beberapa jalan utama, termasuk Jalan Raya 1 yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem, ditutup sementara karena asap tebal dan bahaya kebakaran. Warga di sekitar area terdampak dievakuasi untuk keselamatan mereka.
Pemerintah Israel terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan negara-negara yang memberikan bantuan untuk mengatasi kebakaran ini.
(ar/ar)
