
10 Rahasia Frugal Living ala Jepang: Cara Cerdas Bangun Kekayaan Tanpa Ribet
Sentra Jateng – Pada Rabu, 19 Maret 2025, Kompas.com merilis artikel yang mengungkap sepuluh prinsip frugal living ala Jepang yang dapat membantu individu membangun kekayaan secara bertahap tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup. Prinsip-prinsip ini menekankan kesadaran dalam pengeluaran, penghormatan terhadap sumber daya, dan kehidupan yang seimbang.
1. Kakeibo – Seni Penganggaran Rumah Tangga
Kakeibo adalah metode penganggaran tradisional Jepang yang mendorong pencatatan manual pengeluaran dalam empat kategori: kebutuhan, keinginan, budaya, dan pengeluaran tak terduga. Dengan pendekatan ini, banyak pengguna melaporkan penghematan hingga 25-30 persen dari pendapatan mereka.
2. Mottainai – Menghindari Pemborosan
Konsep mottainai mengajarkan untuk menghargai dan memaksimalkan penggunaan barang sebelum menggantinya. Praktik ini meliputi memperbaiki barang rusak, menggunakan produk hingga habis, dan mendaur ulang.
3. Minimalisme dan Konsumsi yang Bijaksana
Orang Jepang cenderung memilih kualitas daripada kuantitas, memastikan setiap barang yang dimiliki benar-benar diperlukan dan memberikan nilai jangka panjang.
4. Hara Hachi Bu – Makan hingga 80 Persen Kenyang
Prinsip dari Okinawa ini menyarankan untuk makan hingga 80 persen kenyang, yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga menghemat pengeluaran makanan hingga 20 persen.
5. Mencegah Tsundoku – Pembelian yang Disadari
Tsundoku merujuk pada kebiasaan menumpuk buku yang tidak terbaca. Untuk menghindari pembelian impulsif, orang Jepang menerapkan aturan seperti menunggu 48 jam sebelum membeli barang di atas Rp500.000 dan 30 hari untuk pembelian di atas Rp1.000.000.
6. Perencanaan Penggantian Barang secara Bertahap
Rumah tangga Jepang merencanakan siklus penggantian barang besar agar tidak terjadi pengeluaran besar sekaligus, serta menyisihkan dana khusus untuk penggantian barang seperti elektronik dan furnitur.
7. Penyesuaian Musiman – Hidup Selaras dengan Alam
Orang Jepang menyesuaikan pakaian, makanan, dan konsumsi energi mereka dengan musim untuk menghemat pengeluaran, seperti memiliki pakaian musiman dan mengonsumsi makanan musiman yang lebih murah.
8. Berbagi Sumber Daya Secara Kolektif
Masyarakat Jepang sering berbagi sumber daya seperti kendaraan dan peralatan rumah tangga untuk mengurangi biaya dan memaksimalkan penggunaan barang.
9. Menghindari Utang Konsumtif
Prinsip hidup hemat di Jepang juga mencakup menghindari utang konsumtif dan lebih memilih menabung untuk pembelian besar daripada menggunakan kredit.
10. Menjaga Keseimbangan Hidup
Frugal living ala Jepang bukan hanya tentang penghematan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kebutuhan, keinginan, dan kehidupan sosial untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, individu dapat membangun kekayaan secara bertahap tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup.
(ar/ar)
