
Sentra Jateng – Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menyatakan Indonesia termasuk negara yang beruntung mampu mempertahankan stabilitas ekonominya di tengah gejolak ketidakpastian global. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Ekonomi Perbanas yang digelar hari ini di Jakarta.
“Kita patut bersyukur, fundamental ekonomi kita cukup kuat menghadapi berbagai tantangan,” tegas Kartika di hadapan 500 pelaku industri perbankan.
5 Bukti Ketahanan Ekonomi Indonesia
1️⃣ Pertumbuhan Ekonomi Stabil
- Tetap di kisaran 5,1% di tengah resesi negara G20 lain
- Sektor konsumsi dalam negeri tumbuh 5,3%
2️⃣ Sektor Perbankan Sehat
- CAR (Capital Adequacy Ratio) rata-rata 24,5%
- NPL (kredit macet) terjaga di level 2,3%
3️⃣ Cadangan Devisa Kuat
- Posisi US$150 miliar (cukup untuk 7 bulan impor)
- Rupiah termasuk yang paling stabil di Asia
4️⃣ Inflasi Terkendali
- Tingkat inflasi inti 2,8% (di bawah target 3,5%)
- Harga pangan pokok relatif stabil
5️⃣ Investasi Masuk Terus
- Realisasi PMTA triwulan II mencapai Rp450 triliun
- Sektor digital dan hijau dominasi
Ancaman yang Diwaspadai
✔ Perang dagang AS-China fase baru
✔ Kenaikan suku bunga The Fed
✔ Harga komoditas yang fluktuatif
Strategi Perbanas
- Penguatan literasi digital UMKM
- Kredit ultra mikro dengan bunga rendah
- Sinergi dengan fintech untuk perluasan akses
Data Penting Sektor Perbankan
| Indikator | 2024 | 2025* |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp12.500 T | Rp13.800 T |
| Kredit | Rp6.200 T | Rp6.800 T |
| Dana Pihak Ketiga | Rp9.100 T | Rp9.900 T |
*Proyeksi hingga akhir tahun
Pesan untuk Masyarakat
Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal:
“Masyarakat tidak perlu panik. Fokuslah pada produktivitas karena kita memiliki buffer yang cukup.”
Red (ar/ar)
