
SENTRA JATENG – Seorang tentara Thailand mengalami luka serius setelah menginjak ranjau darat yang diduga merupakan peninggalan perang di area perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Insiden ini kembali menyoroti bahaya laten dari sisa-sisa konflik bersenjata yang masih tersebar di wilayah tersebut.
Kronologi Insiden dan Evakuasi
Korban, yang merupakan anggota satuan pengawas perbatasan Thailand, tengah melakukan patroli rutin di kawasan Provinsi Sa Kaeo yang berbatasan langsung dengan Kamboja. Tiba-tiba, sebuah ranjau darat aktif meledak dan melukai kaki serta bagian tubuh bawahnya.
Rekan-rekan dalam tim segera melakukan evakuasi darurat ke rumah sakit terdekat. “Kondisinya stabil tetapi memerlukan perawatan intensif akibat luka ledakan dan serpihan,” jelas Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Jendral Prawit Sombat, dalam rilis resminya.
Ranjau Peninggalan Perang yang Masih Aktif
Wilayah perbatasan Thailand-Kamboja dikenal sebagai area rawan ranjau peninggalan Perang Vietnam dan konflik internal Kamboja dekade lalu. Meski telah dilakukan operasi pembersihan, tidak semua ranjau berhasil dinetralisir.
“Ini adalah pengingat pahit bahwa dampak perang masih nyata bahkan puluhan tahun setelah konflik usai,” ujar Pengamat Militer dari Cambodia Institute for Strategic Studies, Dr. Sam Rithy.
Respons dan Operasi Pembersihan
Pascainsiden, pihak militer Thailand dan Kamboja sepakat meningkatkan koordinasi keamanan perbatasan, termasuk mempercepat program pembersihan ranjau bersama. Kedua negara juga mengingatkan warga dan pasukan untuk lebih berhati-hati.
“Kami akan kirim tim penyapu ranjau tambahan dan peringatkan masyarakat agar tidak mendekati zona berbahaya,” tegas Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh.
Korban Sipil dan Dampak Jangka Panjang
Tidak hanya personel militer, warga sipil juga sering menjadi korban ranjau darat yang masih aktif. Data organisasi humanitarian HALO Trust mencatat, setidaknya puluhan orang masih terluka atau tewas setiap tahunnya di perbatasan akibat insiden serupa.
Red (ar/ar)
