dok. UNSPLASH/KANCHANARA

SENTRA JATENG – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor fenomenal. Aset kripto pelopor ini berhasil menembus level psikologis Rp 2 miliar per koin pada perdagangan Selasa (8/10/2025). Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisinya di mata investor global sebagai aset lindung nilai (safe-haven asset) yang diperhitungkan, setara dengan emas.

Kenaikan harga ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh kombinasi faktor permintaan institusional yang kuat dan kondisi geopolitik global yang mendorong investor mencari alternatif investasi di luar aset tradisional. “Bitcoin menunjukkan ketahanannya di tengah gejolak. Banyak investor besar kini mengalokasikan sebagian portofolionya ke BTC sebagai perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian,” ujar Darma Putra, Analis Senior Aset Digital.

Faktor Pendongkrak di Balik Rekor Terbaru

Analis mencatat setidaknya tiga faktor utama yang mendorong Bitcoin melambung. Pertama, semakin banyaknya perusahaan investasi global yang meluncurkan produk ETF Bitcoin, memudahkan investor ritel dan institusi untuk memilikinya. Kedua, adopsi oleh beberapa negara sebagai alat pembayaran tambahan dan cadangan devisa.

“Yang ketiga adalah peristiwa ‘halving’ yang terjadi tahun lalu, yang secara struktural mengurangi pasokan Bitcoin baru. Ketika permintaan naik dan pasokan terbatas, hukum ekonomi berbicara: harga akan terus menguat,” jelas Darma. Faktor inilah yang membuat Bitcoin sering dijuluki ’emas digital’.

Perbandingan dengan Aset Lindang Nilai Tradisional

Pencapaian harga Rp 2 miliar ini membuat kinerja Bitcoin dalam setahun terakhir jauh mengungguli aset lindung nilai tradisional seperti emas dan obligasi pemerintah. Volatilitasnya yang memang lebih tinggi ternyata diimbangi dengan potensi imbal hasil yang juga lebih besar, membuatnya menarik bagi investor dengan profil risiko agresif.

“Kami melihat korelasi positif antara ketegangan geopolitik dan aliran modal masuk ke Bitcoin. Ketika perang dagang atau konflik bersenjata memanas, investor mencari aset yang tidak terikat kepada negara mana pun. Bitcoin menjawab kebutuhan itu,” tambah seorang fund manager yang berbasis di Singapura.

Prospek dan Peringatan bagi Investor

Meski optimisme tinggi menyelimuti pasar, para analis tetap mengingatkan untuk berhati-hati. Mereka yang tertarik masuk ke pasar disarankan untuk mempelajari teknologi blockchain terlebih dahulu dan hanya menginvestasikan dana yang siap hilang.

“Bitcoin bukan jalan cepat untuk kaya. Volatilitasnya masih sangat tinggi. Hari ini bisa Rp 2 miliar, besok bisa koreksi 20%. Prinsipnya, jangan investasi lebih dari yang Anda sanggupi kehilangan, dan lakukan untuk jangka panjang,” pungkas Darma. Meski demikian, terobosan harga ini menandai babak baru dalam perjalanan cryptocurrency sebagai kelas aset yang sah dan diperhitungkan.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X