
SENTRA JATENG – Peredaran uang dalam negeri menunjukkan ekspansi yang signifikan sepanjang tahun ini. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada akhir September 2025 telah mencapai Rp 9.771,3 triliun.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,0 persen (year-on-year) dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan tetap terjaganya likuiditas dalam sistem keuangan untuk mendukung aktivitas perekonomian.
Komponen Penyumbang Pertumbuhan
Berdasarkan rilis resmi BI, pertumbuhan uang beredar didorong oleh peningkatan pada beberapa komponen inti. Pertumbuhan uang kartal yang beredar di masyarakat dan uang giral (demand deposits) tetap terjaga, menunjukkan aktivitas transaksi yang kuat.
Di sisi lain, komponen kuasi, yang mencakup tabungan dan deposito berjangka, juga tumbuh dengan pesan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun uang aktif beredar untuk transaksi, masyarakat masih memiliki kecenderungan untuk menabung, yang merefleksikan kondisi kepercayaan yang stabil.
Konteks Pertumbuhan dan Stabilitas
Pertumbuhan uang beredar sebesar 8,0 persen ini berada dalam koridor yang sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Ekspansi likuiditas yang terkendali sangat penting untuk mendukung pembiayaan investasi dan konsumsi tanpa memicu tekanan inflasi yang berlebihan.
Bank Indonesia menyatakan bahwa perkembangan M2 tersebut tetap terkendali dan sesuai dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi, serta mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Outlook dan Dampak ke Depan
Dengan likuiditas yang masih longgar, dunia usaha dan konsumen memiliki akses pembiayaan yang relatif mudah. Kondisi ini diharapkan dapat terus mendorong daya beli masyarakat dan menjadi pendorong bagi sektor riil untuk terus berproduksi dan berinvestasi.
Pihak otoritas moneter akan terus memantau perkembangan uang beredar ini untuk memastikan bahwa pertumbuhannya tetap sejalan dengan sasaran stabilitas harga dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025.
Red (ar/ar)
