Foto: PEXELS

Membuka Diskusi Tentang Menopause dan Dampaknya pada Kesehatan Mental Wanita

SENTRA JATENG – Selama bertahun-tahun, menopause kerap dianggap sebagai fase alami yang tidak perlu dibahas secara terbuka. Padahal, banyak wanita mengalami perubahan signifikan, baik secara fisik maupun mental, saat memasuki masa ini. Di tahun 2025, saat kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat, membuka diskusi tentang menopause menjadi langkah penting yang harus dimulai dari sekarang.

1. Apa Itu Menopause?
Menopause adalah fase dalam kehidupan wanita ketika menstruasi berhenti secara permanen, menandai akhir dari masa reproduksi. Umumnya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun. Namun, yang sering terlupakan adalah bahwa menopause tak hanya membawa perubahan fisik, tapi juga memengaruhi kondisi psikologis.

2. Perubahan Hormon dan Dampaknya pada Mental
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron secara drastis dapat menyebabkan ketidakseimbangan suasana hati. Wanita yang mengalami menopause kerap melaporkan gejala seperti kecemasan, depresi ringan, mudah marah, dan gangguan tidur. Sayangnya, kondisi ini sering kali dianggap remeh atau bahkan tabu untuk dibicarakan.

3. Stigma Sosial dan Kurangnya Dukungan
Dalam budaya kita, pembicaraan soal menopause masih minim, bahkan dianggap memalukan. Banyak wanita memilih diam karena khawatir dianggap “lemah” atau “berlebihan”. Padahal, dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam proses adaptasi terhadap perubahan ini.

4. Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Fisik
Perubahan suasana hati selama menopause bukan tanda kelemahan, melainkan reaksi alami tubuh terhadap perubahan hormon. Mengabaikan gejala ini justru bisa memperburuk kondisi psikologis wanita. Oleh karena itu, penting untuk menganggap kesehatan mental sebagai bagian integral dari perawatan diri.

5. Cara Mengelola Gejala Mental Menopause
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu wanita melewati masa ini dengan lebih tenang:

  • Rutin berolahraga untuk melepaskan hormon endorfin
  • Tidur cukup dan menjaga pola makan seimbang
  • Mencoba teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga
  • Berkonsultasi dengan dokter atau terapis bila merasa gejala semakin berat

6. Peran Keluarga dan Komunitas
Keluarga memiliki peran besar dalam mendampingi wanita yang mengalami menopause. Mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan ruang untuk berbicara bisa menjadi bentuk dukungan paling berharga. Komunitas wanita juga bisa menjadi tempat saling berbagi pengalaman dan solusi.

7. Perlu Edukasi dan Normalisasi Isu Menopause
Sekolah, media, dan fasilitas kesehatan perlu mulai mengedukasi masyarakat tentang menopause secara terbuka. Ketika menopause dianggap wajar dan bukan aib, wanita akan merasa lebih nyaman menerima dirinya sendiri dan meminta bantuan bila diperlukan.

8. Saatnya Bicara, Bukan Diam
Tahun 2025 menjadi momentum yang tepat untuk membuka ruang diskusi tentang menopause dan kesehatan mental wanita. Semakin terbuka masyarakat terhadap isu ini, semakin mudah pula bagi para wanita untuk merawat diri mereka dengan utuh — baik secara fisik maupun emosional.

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X