
Rupiah Melemah, Dekati Level Rp 16.500 per Dolar AS pada 5 Mei 2025
Sentra Jateng – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (5/5/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 16.455 per dolar AS, melemah sebesar 0,11 persen atau 17,50 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.437 per dolar AS.
Perbandingan dengan Kurs Jisdor
Sementara itu, mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor), nilai tukar rupiah pada Senin (5/5/2025) berada di level Rp 16.421 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan dibandingkan hari Jumat (2/5/2025) yang berada di level Rp 16.493 per dolar AS.
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang kembali bergerak naik. Kenaikan indeks dolar AS masih disebabkan oleh ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, imbas dari arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang tidak menentu.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. “Para pejabat The Fed membiarkan kebijakannya tidak berubah pada pertemuan mereka di bulan Juni, dan memangkas proyeksi sebelumnya untuk pemotongan tiga perempat poin tahun ini menjadi satu, bahkan ketika inflasi telah mereda dan pasar tenaga kerja telah melemah,” ujar Ibrahim dalam keterangannya.
Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi Indonesia, termasuk kenaikan harga barang impor dan tekanan terhadap industri yang bergantung pada bahan baku impor. Selain itu, pelemahan rupiah juga dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan inflasi domestik.
Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
(ar/ar)
