
Sentra Jateng – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat ketegangan diplomatik dengan sekutu Barat setelah secara terbuka menuding Inggris, Prancis, dan Kanada “ikut campur urusan internal Israel” terkait kebijakan Gaza. Konflik verbal ini terjadi menjelang sidang darurat PBB tentang eskalasi kekerasan di Palestina.
Sumber Ketegangan
- Pernyataan Kontroversial Netanyahu
- Menyebut ketiga negara sebagai “hipokrit” dalam konferensi pers (24/5)
- Marah atas rencana mereka dukung resolusi PBB batasi pasokan senjata ke Israel
- Respons Negara Barat
- Inggris: “Pernyataan tidak akurat dan meruskan hubungan bilateral”
- Prancis: “Kami hanya ingin perdamaian berkelanjutan”
- Kanada: “Akan tinjau ulang kerja sama militer”
Dampak Diplomatik
✔ Pembatalan kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris ke Tel Aviv pekan depan
✔ Penundaan proyek patungan teknologi Israel-Prancis senilai $2 miliar
✔ Demo besar di London dan Paris minta embargo senjata ke Israel
Penyebab Utama Perselisihan
- Operasi Militer di Rafah yang telah menewaskan 200+ warga sipil
- Pembangunan Pemukiman Baru di Tepi Barat
- Penolakan Israel terhadap rencana perdamaian 2 negara
Analisis Pakar
Dr. Aaron Miller (Mantan Diplomat AS):
“Ini titik terendah hubungan Israel-Barat dalam 20 tahun terakhir. Netanyahu sengaja memainkan kartu nasionalisme ekstrem jelang pemilu.”
Perkembangan Terkini
- Netanyahu tetap bersikeras “Israel berhak membela diri”
- AS berusaha jadi mediator krisis melalui jalur rahasia
- Sidang Darurat DK PBB akan digelar 27 Mei
(ar/ar)
