
Sentra Jateng – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,8% ke level 7.450 pada sesi pertama perdagangan hari ini, seiring penguatan nilai tukar rupiah ke Rp16.300/USD. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
“Pasar merespons baik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang direvisi naik oleh IMF menjadi 5,3%. Aliran modal asing mulai kembali masuk,” jelas Lucky Sutrisno, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas.
3 Faktor Pendongkrak IHSG & Rupiah
1️⃣ Eksternal
- The Fed signal akan pemangkasan suku bunga September
- Harga komoditas (nikel & batu bara) naik 5%
- Pelonggaran kebijakan moneter China
2️⃣ Internal
- Realisasi investasi Q2 tumbuh 12% yoy
- Inflasi Juli hanya 2,1% (terendah se-ASEAN)
- Laporan keuangan emiten Q2 lebih baik dari ekspektasi
3️⃣ Teknis
- Aksi bargain hunting saham-saham murah
- Net buy asing Rp1,2 triliun di awal Agustus
- Likuiditas pasar meningkat 25%
Performa Sektor Saham Pagi Ini
| Sektor | Kenaikan | Emiten Terbaik |
|---|---|---|
| Perbankan | +1,5% | BBNI, BBRI |
| Komoditas | +2,1% | ANTM, INCO |
| Teknologi | +0,9% | GOTO, EMTK |
| Infrastruktur | +1,2% | WIKA, PTPP |
Prediksi Hari Ini
- IHSG: Berpotensi tembus 7.500 jika volume perdagangan tinggi
- Rupiah: Rentang Rp16.250-16.400/USD
- Saham Favorit: BBRI, ANTM, TLKM
Rekomendasi Analis
✔ Pemula: Akumulasi saham blue chip
✔ Menengah: Diversifikasi ke saham komoditas
✔ Expert: Manfaatkan volatilitas dengan trading harian
Warning Investor
- Waspada profit taking menjelang siang
- FOMC minutes AS malam ini bisa pengaruhi pasar
- Laporan keuangan emiten potensi koreksi
Red (ar/ar)
