
SENTRA JATENG – Gelombang ketidakpuasan melanda Kabupaten Pati hari ini. Ribuan warga menggelar unjuk rasa besar-besaran menuntut Bupati Pati, Hendro Martojo, mundur dari jabatannya. Aksi yang dipusatkan di Alun-alun Pati ini berlangsung panas namun tetap tertib.
Titik Didih Ketidakpuasan Rakyat
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pati (AMPP) menyampaikan 5 tuntutan utama:
- Pengunduran diri Bupati Hendro Martojo
- Transparansi penggunaan anggaran daerah
- Penyelesaian kasus korupsi proyek jalan
- Evaluasi kebijakan pembangunan yang dinilai timpang
- Perbaikan sistem pelayanan publik
“Kami sudah muak dengan janji-janji kosong! Sudah 3 tahun tidak ada perubahan berarti,” tegas Sugeng Riyadi (42), salah satu koordinator aksi.
Bupati Merespon: “Saya Tetap Bekerja”
Saat dikonfirmasi, Bupati Hendro Martojo menyatakan:
“Saya menghargai aspirasi masyarakat. Namun sebagai kepala daerah terpilih, saya akan terus bekerja sesuai mandat rakyat.”
Sumber dalam Pemkab mengungkapkan, aksi ini dipicu oleh:
✔ Proyek jalan senilai Rp120 miliar yang mangkrak
✔ Isu suap perizinan usaha
✔ Kenaikan retribusi pasar yang memberatkan
Aksi Berjalan Tertib, Pengamanan Ketat
Polres Pati mengerahkan 150 personel untuk mengamankan aksi. Kapolres Pati AKBP Arif Budiman memastikan:
“Kami akan menjamin keamanan dan ketertiban. Aspirasi masyarakat boleh disampaikan, asal tetap damai.”
Dukungan Netizen: Dari Pati Hingga Luar Daerah
➤ @WongPatiAsli: “Sudah saatnya pemimpin yang mendengar jeritan rakyat kecil!”
➤ @JatengUpdate: “Ini bukan hanya masalah Pati, tapi contoh buruk kepemimpinan daerah!”
➤ @HukumIndonesia: “Proses hukum harus tetap berjalan jika ada indikasi pelanggaran.”
Fakta Penting:
• Jumlah massa: ±3.000 orang
• Titik kumpul: Alun-alun Pati
• Tuntutan utama: Mundurkan Bupati
• Respons pemkab: Bentuk tim verifikasi
Red (ar/ar)
