dok. PIXABAY/PASJA1000

SENTRA JATENG – Neraca pembayaran Indonesia kembali mencatatkan defisit pada kuartal II-2025, dengan angka mencapai US$6,7 miliar. Data resmi yang dirilis Bank Indonesia (BI) ini menunjukkan tekanan pada sektor eksternal perekonomian Indonesia, meski otoritas menyatakan kondisi masih terkendali dan dalam batas aman.

Penyebab Defisit: Impor Naik dan Ekspor Lesu

Defisit neraca pembayaran terutama didorong oleh membesarnya defisit pada transaksi berjalan (current account). Di satu sisi, impor barang modal dan bahan baku untuk mendukung proyek strategis nasional tetap tinggi. Di sisi lain, kinerja ekspor sedikit tertekan oleh melambatnya permintaan dari beberapa mitra dagang utama dan harga komoditas yang belum pulih sepenuhnya.

“Defisit ini terutama disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang lebih besar, meskipun secara keseluruhan masih dapat dibiayai oleh arus modal yang masuk,” jelas Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/8).

Dampak pada Nilai Tukar Rupiah dan Cadangan Devisa

Defisit neraca pembayaran berpotensi memberi tekanan pada nilai tukar Rupiah. Namun, BI menyatakan telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas dan mencegah gejolak berlebihan.

Cadangan devisa Indonesia dilaporkan masih aman pada level yang cukup untuk membiayai impor dan membayar utang luar negeri. BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa tetap kuat dan mampu menjadi bantalan terhadap guncangan eksternal.

Proyeksi ke Depan dan Respons Kebijakan

Bank Indonesia dan Pemerintah memproyeksikan defisit neraca pembayaran akan menyempit pada kuartal-kuartal mendatang, seiring dengan pemulihan ekspor dan stabilnya arus modal asing.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk mendorong ekspor, mengelola impor, dan menarik investasi yang berkualitas guna mendukung neraca pembayaran yang berkelanjutan,” tambah Perry Warjiyo.

Analis pasar meminta masyarakat tidak perlu panik, karena defisit tersebut masih dalam batas wajar dan merupakan bagian dari dinamika perekonomian suatu negara yang sedang berkembang.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X