dok. AFP/Presidency/HO/JHONN ZERPA

SENTRA JATENG – Pemerintah Venezuela menyampaikan protes keras melalui nota diplomatik kepada Amerika Serikat. Pemicunya, sebuah jet militer AS terpantau melakukan penerbangan yang dianggap “mondar-mandir” dan provokatif di dekat perairan teritorial negara di Amerika Selatan itu.

Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladímir Padrino López, secara terbuka mengutuk insiden yang terjadi pada Rabu (1/10/2025) lalu itu. Dalam pernyataannya yang tegas, ia menegaskan bahwa aksi pesawat AS tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan udara Venezuela.

Penerbangan yang Dianggap Provokatif

Menurut laporan dari Komando Operasi Udara Angkatan Bersama Venezuela, sebuah pesawat jenis Boeing E-3 Sentry (AWACS) milik Angkatan Udara AS terdeteksi sedang melakukan manuver di wilayah udara internasional, namun sangat berdekatan dengan batas wilayah Venezuela.

“Pesawat pengintai musuh (AWACS) AS ini terdeteksi melakukan pola penerbangan yang tidak biasa, mondar-mandir di dekat perairan kita di Laut Karibia. Ini adalah manuver provokatif dan tidak bertanggung jawab yang jelas melanggar protokol internasional,” ujar Padrino López. Penerbangan semacam ini, tambahnya, meningkatkan risiko kesalahpahaman dan insiden yang tidak diinginkan.

Langkah Diplomasi dan Teguran Keras

Sebagai bentuk protes resmi, Kementerian Luar Negeri Venezuela telah memanggil Chargé d’Affaires AS di Caracas untuk menyampaikan sikap tidak berkenannya. Pemerintah Venezuela menuntut penjelasan resmi dari Washington dan menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak boleh terulang kembali.

“Kami telah menyampaikan nota protes diplomatik. Venezuela adalah negara yang damai, tetapi kami akan selalu berusaha mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial kami dengan segala cara yang diatur oleh hukum,” tegas menteri pertahanan yang merupakan perwira tinggi andalan pemerintah itu.

Tensi di Kawasan yang Semakin Memanas

Insiden terbaru ini memperburuk hubungan kedua negara yang sudah lama tidak akur. Venezuela, di bawah kepemimpinan Presiden Nicolás Maduro, sering bersitegang dengan AS yang telah menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap pemerintahan Caracas.

Kehadiran pesawat militer AS di dekat wilayah Venezuela bukanlah yang pertama kali, namun pola “mondar-mandir” atau loitering yang dilaporkan kali ini dinilai sebagai sebuah eskalasi baru. Venezuela sendiri telah menempatkan sistem pertahanan udaranya dalam siaga tinggi untuk memantau setiap pergerakan asing di perbatasannya.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X