
SENTRA JATENG – Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah konkret untuk memulihkan tutupan hutan yang kian menipis. Sebanyak 314 hektar lahan di seluruh pulau telah disiapkan untuk ditanami dengan 25 jenis pohon berbeda dalam program penghijauan besar-besaran.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja, mengonfirmasi bahwa program ini akan segera dijalankan. “Kita akan lakukan penanaman pada 314 hektar dengan 25 jenis pohon,” ujar Teja di Denpasar, Selasa (22/10/2025), menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya reboisasi.
Lokasi dan Jenis Pohon yang Akan Ditanam
Program penanaman ini akan menyebar di berbagai wilayah kritis di Bali. Beberapa lokasi yang telah ditetapkan termasuk kawasan hutan di Kintamani, hutan lindung di Jembrana, serta sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang dinilai membutuhkan restorasi mendesak.
Adapun 25 jenis pohon yang akan ditanam merupakan kombinasi antara spesies endemik Bali dan pohon yang adaptif dengan kondisi setempat. “Kita pilih jenis-jenis pohon yang cocok dengan kondisi lahan setempat, termasuk pohon-pohon yang cepat tumbuh dan pohon bernilai konservasi tinggi,” jelas Teja lebih lanjut.
Target Pemulihan Ekosistem dan Penyerapan Karbon
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tutupan hijau di Pulau Dewata, tetapi juga memiliki target jangka panjang yang lebih strategis. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tutupan hutan, memulihkan ekosistem, dan mendukung penyerapan karbon,” papar Teja.
Dengan pulihnya ekosistem hutan, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air tanah, mengurangi erosi, dan menjaga biodiversitas. Selain itu, program ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menangani perubahan iklim melalui peningkatan kemampuan penyerapan karbon.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Penghijauan
Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali akan melibatkan peran serta masyarakat sekitar hutan. “Kami akan libatkan kelompok tani hutan dan masyarakat adat dalam proses penanaman dan pemeliharaan pohon,” tambah Teja.
Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian hutan. Program ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Red (ar/ar)
