dok. ANTONIUS ADITYA MAHENDRA/KOMPAS

SENTRA JATENG – Mantan pelatih timnas Indonesia, Iwan Setiawan, angkat bicara menyikapi keputusan PSSI yang memecat pelatih Justin Kluivert. Menurutnya, keputusan ini tidak mengejutkan karena proses rekrutmen dan penunjukan pelatih asal Belanda itu sejak awal sudah bermasalah.

Iwan dengan tegas menyoroti tidak adanya kejelasan visi dari federasi. “Saya melihat dari awal saja sudah mengambang. Dari awal kita tidak punya grand design yang jelas untuk timnas. Kita tidak punya peta jalan yang solid,” ujar Iwan Setiawan, Rabu (23/10/2025).

Kritik terhadap Proses Rekrutmen yang Tidak Jelas

Iwan, yang akrab disapa Coach Iwan, mempertanyakan fondasi penunjukan Kluivert. Ia menilai PSSI tidak memiliki perencanaan jangka panjang yang matang sebelum merekrut seorang pelatih. “Jadi ketika ada pelatih baru, kita tidak tahu dia akan dibawa ke mana, targetnya seperti apa secara berjenjang. Itu yang membuat situasi seperti ini mudah terjadi,” paparnya.

Menurut analisanya, ketiadaan peta jalan yang jelas inilah yang menyebabkan pergantian pelatih seolah menjadi solusi instan dan terus berulang setiap kali hasil tidak sesuai ekspektasi.

Dampak pada Konsistensi Permainan Timnas

Iwan lebih lanjut menjelaskan bahwa ketidakjelasan arah ini berdampak langsung pada performa tim di lapangan. Setiap pelatih baru pasti membawa filosofi dan gaya bermain yang berbeda, sehingga pemain harus beradaptasi dari nol. “Pemain jadi tidak punya pola yang konsisten. Hari ini main A, besok ganti pelatih main B. Ini tidak sehat untuk perkembangan timnas kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, yang diperlukan timnas Indonesia saat ini bukan sekadar figur pelatih, melainkan sebuah sistem yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu orang saja.

Pelajaran untuk PSSI ke Depan

Sebagai seorang yang pernah menangani timnas, Iwan berharap insiden pemecatan Kluivert ini menjadi pelajaran berharga bagi PSSI. Ia mendesak agar federasi segera membenahi tata kelola dan menyusun perencanaan yang komprehensif.

“Ke depan, PSSI harus punya blueprint yang jelas. Tentukan target jangka pendek, menengah, dan panjang. Baru cari pelatih yang sesuai dengan filosofi dan target itu, bukan asal ganti karena tekanan,” pungkas Iwan Setiawan.

Pernyataan Coach Iwan ini menyiratkan kritik mendasar terhadap manajemen PSSI, menegaskan bahwa masalah timnas lebih dari sekadar siapa yang menjadi pelatih, tetapi bagaimana keseriusan federasi dalam membangun fondasi yang kuat.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X