
SENTRA JATENG – Stres akut yang dialami seseorang tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memicu sejumlah gangguan fisik yang serius. Kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman, namun bila tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih kronis.
Psikolog Klinis Dewa Ayu Putri Sriasih, M.Psi., menjelaskan bahwa stres akut adalah reaksi intens terhadap suatu peristiwa yang dialami seseorang. “Stres akut adalah respons psikologis dan fisiologis yang intens dan tidak menyenangkan yang muncul segera atau dalam waktu singkat setelah seseorang menghadapi peristiwa atau tekanan yang berat,” jelas Sriasih ketika diwawancarai Kompas.com, Selasa (21/10/2025).
Ciri-Ciri dan Gejala Stres Akut yang Perlu Diwaspadai
Menurut Sriasih, terdapat sejumlah tanda yang menunjukkan seseorang sedang mengalami stres akut. Gejala-gejala ini dapat muncul dalam berbagai aspek, mulai dari psikologis hingga fisik. “Individu yang mengalami stres akut biasanya menunjukkan gejala seperti perasaan cemas berlebihan, sulit konsentrasi, mudah marah, serta munculnya gangguan tidur,” paparnya.
Selain gejala psikologis, stres akut juga sering memanifestasikan diri melalui keluhan fisik. Beberapa di antaranya termasuk sakit kepala, nyeri otot, jantung berdebar-debar, hingga gangguan pencernaan. Gejala-gejala fisik ini seringkali tidak disadari sebagai dampak dari tekanan psikologis yang dialami.
Dampak Jangka Panjang Stres Akut pada Tubuh
Jika tidak ditangani dengan tepat, stres akut berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Sriasih memperingatkan bahwa stres yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun tubuh. “Stres yang terus-menerus dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit,” tegasnya.
Tidak hanya itu, stres akut juga berpotensi memicu gangguan mental yang lebih berat seperti gangguan kecemasan menyeluruh (generalized anxiety disorder) dan depresi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolisme.
Strategi Efektif untuk Mengelola Stres Akut
Psikolog yang berpraktik di Denpasar, Bali ini memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengatasi stres akut. Langkah pertama yang paling penting adalah mengenali dan menerima kondisi yang sedang dialami. “Mengakui bahwa kita sedang stres adalah langkah awal yang penting. Setelah itu, cari dukungan sosial dari orang terdekat atau profesional,” sarannya.
Teknik relaksasi sederhana juga dapat membantu meredakan gejala stres akut. “Cobalah latihan pernapasan dalam, meditasi, atau aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Menjaga pola tidur yang teratur dan konsumsi makanan bergizi juga turut membantu pemulihan,” tutup Sriasih menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani stres akut sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih kompleks.
Red (ar/ar)
